Senin, 16 April 2012

Penulisan Daftar Pustaka pada Karya Tulis Ilmiah

Dalam menuliskan daftar pustaka pada karya tulis ilmiah hendaknya memperhatikan beberapa hal, diantaranya :

1. Pengertian Blibliografi


Yang dimaksudkan dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah daftar yang berisi judul-judul buku, disertasi, tesis, skripsi, artikel, feature, serta hasil-hasil penerbitan lainnya yang bertalian dengan sebuah karya tulis yang tengah dikembangkan.

Daftar rujukan atau daftar referensi, kadang-kadang ditulis rujukan atau referensi saja adalah daftar buku atau jenis penerbitan lainnya yang menjadi sumber petikan dalam penyusunan sebuah karya tulis. Berdasarkan pengertiannya itu, bibliografi memiliki arti yang lebih luas daripada daftar rujukan. Daftar rujukan lazim digunakan untuk melengkapi makalah atau tulisan artikel.

2. Fungsi Daftar Pustaka

Daftar pustaka memiliki manfaat baik bagi penulis karya ilmiah maupun bagi pembaca karya ilmiah tersebut. Bagi penulis, daftar pustaka berfungsi untuk menyatakan kebenaran ilmiah atau membuktikan benarnya informasi yang dipetik dan dituangkan dalam tulisannya. Fungsi yang lain adalah untuk menyatakan seberapa luas cakrawala ilmu pengetahuan penulis tentang pokok karya tulisannya itu. Bagi pembaca, daftar pustaka itu berfungsi sebagai alat uji kebenaran petikan yang dijadikan tumpuan oleh penulis karya ilmiah. Selain itu, daftar pustaka juga berfungsi sebagai petunjuk untuk mempelajari atau mengkaji lebih jauh tentang informasi yang terkait dengan petikan. Dengan begitu, bagi pembaca tulisan, daftar pustaka bermanfaat untuk memperoleh keyakinan tentang benarnya isi petikan dalam tulisan, memperluas pengetahuan, serta memperkaya sudut pandang keilmuan yang bertemali dengan topik tulisan.

3. Jenis Pustaka

Dalam hal pertemaliannya dengan tulisan ilmiah yang sedang disusun, ada tiga jenis pustaka yang tertulis dalam daftar pustaka. Jenis pustaka yang dimaksudkan ialah pustaka dasar, pustaka pokok, dan pustaka pelengkap.

Pustaka dasar adalah semua pustaka yang menjadi pengetahuan dasar bagi penulis dalam menyusun tulisannya. Tidak ada petikan yang dipungut dari jenis pustaka ini. Misalnya, pustaka sosiolinguistik dan tata bahasa Indonesia merupakan pustaka dasar dalam menyusun tulisan ini. Pustaka pokok adalah semua pustaka yang dijadikan sumber petikan. Semua petikan wajib untuk disebutkan sumbernya baik yang berupa buku, skripsi, artikel, maupun hasil penerbitan lainnya. Karya tulis Nawawi (1993), Soeseno (1993) tergolong pustaka jenis ini.

Pustaka pelengkap adalah semua pustaka yang bidang topik pembicaraannya berada di luar topik yang sedang dibahas. Walaupun begitu, lazimnya ada petikan yang dipungut dari pustaka kelompok ini. Misalnya pustaka karya tulis Brown (1993, 1994) tergolong pustaka pelengkap walaupun ada petikan yang dipungut dari buku tersebut, yakni tentang profisiensi bahasa. (Keraf, Gorys. 1983).

4. Penulisan Bibliografi

Bibliografi atau daftar pustaka ditulis sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

    Susunan penulisan per unit pustaka adalah nama penulis atau editor, tahun penerbitan, judul buku, makalah, artikel atau yang lainnya, kota diikuti titik dua, dan nama penerbit.
    Nama penulis atau editor, jika terdiri atas dua kata atau lebih, ditulis dengan mendahulukan nama terakhir.
    Jika yang ditulis itu nama editor, maka tulislah (ed.) di belakang nama tersebut.
    Deretan nama disusun secara alfabetis.
    Judul buku, novel, majalah, dan surat kabar ditulis dengan menggunakan huruf miring.
    Jika penulis atau editor buku itu dua orang, tulislah kedua-duanya, dengan catatan hanya nama yang pertama yang ditulis dengan cara susun balik.
    Jika penulis atau editor buku itu tiga orang atau lebih maka yang disebutkan hanya nama yang pertama dilengkapi dengan singkatan et al. (et alia).
    Jika dalam karya tulis itu tidak tercantum nama penulis, penyusun, atau editor nama lembaga ditulis sejajar dengan nama.
    Selain judul buku dan surat kabar, seperti laporan penelitian, panduan, pedoman, disertasi, makalah, artikel, film, cerita pendek, bab, dan puisi ditulis dengan menggunakan huruf biasa dengan dilengkapi tanda petik.
    Ditulis dengan jarak satu spasi, atau antarunit pustaka berjarak satu spasi.
    Baris kedua dan selanjutnya dalam satu unit pustaka ditulis dengan menjorok atau indented.
    Jika ada dua pustaka atau lebih dari penulis dan pada tahun yang sama, maka gunakan kode tahun a dan tahun b (2011a, 2011b).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ismail Wiroprojo