Senin, 16 April 2012

Cara membuat Abstrak pada Karya Tulis Ilmiah

Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam menulis karya tulis ilmiah  sebaiknya kita tahu dulu cara membuat Abstrak. Untuk kalini saya akan membahas cara membuat abstrak dan jenis-jenis abstrak. Ok saya langsung saja jelaskan.



Bahwa Abstrak merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh dari isi suatu karangan ilmiah. Untuk itu Abstrak yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh sehingga mencerminkan keseluruhan isi judul. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dimuat dalam satu majalah yang khusus memuat abstrak, seperti Dental Abstract.
2.Tanpa komentar dari pembuatnya di luar apa yang dikemukakan dalam karangan ilmiah. Maksud dari tanpa komentar disini adalah bawah tanpa ada unsur subjektif dari penulis karena semua didasarkan atas hasil penelitian.

3.Dapat dikerjakan orang lain, tetapi sebaiknya dibuat sendiri oleh penulisnya karena ia lebih memahami apa yang disajikannya dalam karangan ilmiah tersebut.

4.Terdapat pada permulaan karangan ilmiah sehingga pembaca segera dapat mengetahui informasi yang disajikan sesuai dengan keperluan atau minatnya.

5.Isi suatu abstrak sebaiknya jangan melebihi 250 kata atau sekitar 25 baris jika setiap baris terdiri atas 10 kata.

6.Dalam abstrak tak ada pergantian paragraf (tanpa alinea). Artinya adalah dalam abstarks tidak ada paragrapf

7.Huruf yang digunakan dalam abstrak sebaiknya berbeda besarnya dengan huruf isi karangan ilmiah.

8.Sedapat mungkin dihindari pemakaian, kalimat aktif, sebaiknya kalimat pasif.

9.Kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik dan tabel tak boleh dicantumkan.

10. Di bawah abstrak sebaiknya dicantumkan kata-kata kunci (key words) sebanyak 3 hingga 10 kata yang kira-kira dapat dipakai untuk mengindeks karangan ilmiah kita dalam suatu deretan karangan ilmiah sejenis. Kata kunci (key word) adalah kata-kata yang penting dan paling menonjol dalam karangan ilmiah itu. Contoh: Kalau suatu karangan ilmiah membahas mengenai hubungan antara terapi phenytoin, siklosporin dan nifedipin dengan hiperplasia gingiva, maka kata-kata kuncinya adalah phenytoin, siklosporin, nifedipin dan hiperplasia gingiva.

Jenis-Jenis Abstrak

Berdasarkan kedalaman isi serta luas cakupan yang disajikan, dapat dibeda: kan dua jenis abstrak, yakni abstrak indikatif yang kadang-kadang disebut abstrak deskriptif dan abstrak informatif.

Abstrak indikatif

Pada dasarnya berfungsi sebagai daftar isi karangan ilmiah.

Dalam keadaan apa kita terpaksa membuat suatu abstrak indikatif?

Pertama, bila karangan ilmiah/penelitian belum selesai dibuat, padahal kita haruss segera memasukkan abstrak kita untuk keperluan pembuatan buku kumpulan abstrak untuk simposium/seminar ataupun kongres.

Kedua, bila data yang ada dalam laporan penelitian sangat banyak sehingga tak dapat diringkas menjadi 250 kata.

Kesimpulannya, suatu abstrak indikatif tak dapat berfungsi sebagai pengganti suatu karangan ilmiah lengkap. Contoh abstrak indikatif:

AIDS DALAM PROFESI DOKTER GIGI

Dalam karangan ilmiah ini akan diketengahkan hal-hal mengenai ciri-ciri virus AIDS, cara penularan, cara pencegahan, prevalensi & distribusi virus dalam profesi dokter gigi. Dengan informasi baru ini diharapkan, para dokter gigi akan dapat memahami risiko tertular, menulari ataupun sebagai sumber penyebaran virus tersebut.

Abstrak Informatif

Berisi informasi tuntas sehingga pembaca tidak perlu membaca keseluruhan isi karangan ilmiah. Abstrak yang diperlukan untuk melengkapi pembuatan skripsi bagi mahasiswa FKG. Universitas Trisakti adalah abstrak informatif.

5 komentar:

  1. makasih atas infonya, sangat membantu....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. artikelnya benar2 membantu, terimakasih :D

    BalasHapus
  4. terimakasih infonya, sedang belajar bikin abstrak :D

    BalasHapus

Ismail Wiroprojo